Tingkatkan Kenyamanan Pengguna, Twitter Batasi Reply

Mengawali 2020, Twitter mulai fokus pada percakapan. Pernyataan ini disampaikan oleh Suzanne Xie, Direktur manajemen produk Twitter pada ajang CES 2020 di Las Vegas.

Xie mengungkapkan, nantinya Twitter akan memiliki pengaturan baru untuk ‘Peserta Percakapan’. Artinya bakal dibatasi, yakni hanya peserta tertentu yang bisa bergabung untuk membalas tweet. Bakal ada 4 kategori mulai dari Global, Grup, Panel, dan pernyataan, dikutip dari The Verge, Kamis (09/01).

Kategori ‘Global’ memungkinkan siapa saja untuk membalasnya. Sementara, ‘Grup’ hanya orang yang diikuti oleh pengguna dan akun tertentu yang telah dipilih. Lebih lanjut, kategori ‘Panel’ lebih spesifik, khusus untuk akun yang disebutkan dalam Tweet saja. Terakhir, ‘Pernyataan’ yang tak bisa dibalas oleh siapa pun. Pasalnya, ‘Pernyataan’ hanya dikhususkan untuk mengirim Tweet tanpa balasan apapun.

Langkah Twitter ini justru diprediksoi sebagai pembatasan informasi palsu atau Hoax. Namun, hal ini dibantah oleh Xie. Menurutnya, fitur ini sebagai ‘Penyempitan Tweet’. Pihaknya ingin pengguna Twitter dapat memilih opsi untuk membatasi penyebaran cuitan mereka.

Lebih lanjut, melalui hadirnya fitur ini Twitter menyebut lebih berfokus pada distribusi Tweet, bukan izin untuk melihatnya. Kabarnya, fitur ini masih dalam kajian lebih lanjut. Xie mengungkap bahwa percobaan akan dijalankan pada kuartal pertama. Kemungkinan saat ini tengah berlangsung.